Widodo H. Wijoyo

BISA BERBAGI ITU INDAH DAN MULIA

Evaluasi pelaksanaan tugas merupakan suatu proses penilaian atas tindakan masa lalu yang memiliki kekuatan untuk mendapatkan umpan balik dan bersifat berkesinambungan yang berguna untuk meningkatkan produktivitas masa yang akan datang. Hasil evaluasi pelaksanaan tugas akan menghasilkan informasi mengenai pelaksanaan tugas dalam hubungannya dengan tujuan/sasaran. Dengan melakukan evaluasi pelaksanaan tugas, perpustakaan dapat melihat keberhasilan atau kegagalannya. Selengkapnya…Evaluasi kinerja perpustakaan_dipakai

Tugas menyelia staf sangat diperlukan dalam suatu unit kerja/organisasi. Tugas menyelia dimaksudkan agar unit kerja/organisasi  mencapai tujuannya dengan mengatur seluruh staf agar melakukan tugas sesuai dengan fungsinya, baik tugas-tugas individu maupun tugas-tugas yang memerlukan kolaborasi dengan orang lain atau bagian lain. Dalam melaksanakan penyeliaan, pimpinan unit kerja/organisasi memerlukan seni (kemahiran) untuk menyiapkan sesuatu agar sampai kepada orang lain (bawahan) yang diselia.

Pimpinan unit/organisasi merupakan penyelia yang secara individu bertanggungjawab langsung dalam memastikan semua lini di dalam organisasi dapat berjalan untuk mencapai tujuan unit kerja/organisasi tersebut. Penyelia dapat juga bertindak sebagai penghubung antara atasan dengan anggota bawahannya, berkomunikasi dan menyelesaikan masalah dalam ruang lingkup tugas dalam unit kerja/organisasi. Selengkapnya…MENJAGA SOLIDITAS MELALUI PENYELIAAN STAF

UPT Perpustakaan UNS, tahun 2014, menambah luasan bangunan sekitar 6975 m2. Mungkin banyak yang bertanya,  luasan tersebut akan dipergunakan untuk apa? Yang pastinya, setelah selesainya penambahan gedung 8 (delapan)  lantai tersebut, akan dilakukan penataan ulang (re-functions) dari gedung lama dengan konsep yang sudah dipersiapkan sejak  akhir 2012. Secara umum UPT Perpustakaan UNS nantinya akan, pertama, mempertahankan fungsinya sebagai penunjang pelaksanaan Tri Dharma PT. Dalam implementasinya UPT Perpustakaan akan menjadi knowledge center atau resource center atau learning center. Fungsi pertama ini dapat dirangkum dalam fungsi akademik. Sedangkan fungsi kedua adalah fungsi non akademik atau dapat juga disebut dengan non-book transaction. Adapun keemasan fungsi akademik, antara lain:

  1. Resource/knowledge/learning center, menjadi pusat sumber belajar, pusat belajar, penelitian dan pengetahuan;
  2. Skill center, menjadi pusat ajang peningkatan keterampilan dengan penyediaan ruang-ruang pelatihan;
  3. Conference & meetings center, menyediakan ruang untuk konferensi, seminar dan pertemuan sejenis;
  4. Information literacy inisiator, mengembangkan layanan literasi informasi;
  5. Menjadi inisiator dan pelaksana kegiatan pembimbingan penulisan karya artikel ilmiah bagi mahasiswa dengan narasumber yang dihadirkan dari para pakar di bidangnya;
  6. Institutional corners, menyediakan fasilitas untuk penyediaan informasi kebutuhan program studi/jurusan tertentu;

Untuk itu, maka perlu:

  1. Kemudahan dan kecepatan akses di perpustakaan bagi komunitas UNS;
  2. Digital collection dapat diakses selama 24 jam dalam 7 hari;
  3. Kelengkapan, kecukupan dan kemutakhiran koleksi perpustakaan;
  4. Kelengkapan, kecukupan dan moderninasi fasilitas perpustakaan;
  5. Suasana yang aman, nyaman, sehat, ramah lingkungan dan membuat betah untuk bekerja, belajar, riset, usaha, kolaborasi, kreasi dan rekreasi, aksi, pelestarian ilmu; dsb.

Sedangkan untuk non-book transactions, antara lain:

a. Arts, Entertainment & Creativity

  1. UNS galery, menjadi ajang pemajangan hasil karya-karya UNS;
  2. Javaness galery, guna memajang karya seni budaya Jawa;
  3. Arts galery, menjadi ajang pemajangan hasil seni komunitas UNS;
  4. Arts show: live slow music, traditional dance, mordern dance. Guna memberi peluang untuk ajang unjuk/pertunjukan muslik slow, tari tradisional dan tari garapan baru;
  5. Competition, menjadi ajang lomba-lomba/kompetisi;
  6. Cinema, guna memfasilitasi untuk menonton film dokumenter, film edukasi dan film-film lainnya yang bermanfaat; dsb.

b.     Social Networks

  1. Community gathering, sebagai tempat/ajang bertemunya komunitas dengan berbagai keperluan yang positif dan bersifat fun;
  2. Community partnership, sebagai empat/ajang pertemuan guna menjalin kerjasama/kolabrasi yang saling menguntungkan.

c.     Fun & Entrepreusership

  1. Bookshop, berkolaborasi dengan pihak ketiga dalam penyediaan bahan pustaka untuk keperluan ilmiah dan non ilmiah dosen dan mahasiswa;
  2. Mini shop, berkolaborasi dengan pihak ketiga dalam penyediaan alat-alat tulis, makanan riangan, dsb.;
  3. Services: berkolaborasi dengan pihak ketiga dalam penyediaan layanan copying, binding, printing;
  4. Banking, berkolaborasi dengan pihak ketiga dalam penyediaan layanan perbankan;
  5. Ticketing, berkolaborasi dengan pihak ketiga dalam penyediaan layanan tiket kereta api, pesawat, dll.;
  6. Fitness, berkolaborasi dengan pihak ketiga dalam penyediaan fasilitas untuk menjaga kesehatan;
  7. Cafes, berkolaborasi dengan pihak ketiga dalam penyediaan fasilitas untuk keperluan/kebutuhan nutrisi badani yang beraneka ragam;
  8. Babershop, berkolaborasi dengan pihak ketiga dalam penyediaan fasilitas potong rambut bagi komunitas kampus; dsb.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Pemerintah R.I. sejak 1988, bahkan sebelumnya, telah menaruh besar terhadap profesi Pustakawan. Hal ini dibuktikan dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 18/MENPAN/1998 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya Jabatan Pustakawan. Dalam Kepmenpan tersebut  jelas-jelas ditegaskan bahwa, jabatan Pustakwan adalah jabatan fungsional dengan segala hak dan tanggungjawabnya.

Pemerintah tidak berhenti sampai di situ, Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara  Nomor 132/KEP/M.PAN/12/2002 sebagai wujud direvisinya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 18/MENPAN/1998. Bahkan, untuk memenuhi tuntutan perkembangan karir dan peningkatan profesionalisme Pustakawan dan juga menyesuaikan dengan perkembangan di bidang kepustakawanan, maka lagi-lagi Pemerintah melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, meninjau kembali Kepmenpan Nomor 132/KEP/M.PAN/12/2002, dan keluarlah Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi R.I. Nomor 9 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya. Permenpan dan Reformasi Birokrasi baru ini sudah diundangkan pada tanggal 14 Maret 2014, namun pemberlakuannya masih menunggu terbitnya Surat Keputusan Bersama antara Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi R.I. dan Kepala Perpustakaan Nasional R.I. beserta Petunjuk Teknis Pelaksanaannya. Oleh karena itu, pejabat fungsional Pustakawan dan Tim Penilai harus benar-benar mempersiapkan diri untuk menyesuaikan diri dengan Permenpan dan Reformasi Birokrasi yang baru.  selengkapnya…Pustakawan Tidak Boleh Menyerah Oleh DUPAK

Bahan UKD4 matakuliah: Automasi Perpustakaan. Selengkapnya…UKD_4_2014_BAHAN

Kajian perpustakaan masa lalu: penelitian praktis untuk memecahkan masalah perpustakaan, penelitian bibliografi, penelitian karya ilmiah akhir, penelitian untuk pengetahuan baru. Penelitian masa mendatang: teori/metode/evaluasi temu kembali, bibliometrika (penerapan metode matematika dan statistika terhadap informasi terekan, komunikai dan transfer informasi, rancang bangun dan evaluasi evaluasi informasi, produk dan jasa informasi khusus, komputer sebagai peralatan olah informasi, representasi informasi, pemakaian informasi, strategi penelusuran informasi. selengkapnya…PETA KONSEP

Variabel adalah konsep yang mempunyai nilai. Variabel harus dapat diukur, karena pada dasarnya, penelitian mengukur suatu variabel yang telah ditentukan. Selengkapnya…RINGKASAN MODUL_6_Pengukuran Variabel

Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti “sesuatu yang diberikan”. Data adalah catatan atas kumpulan fakta.  Data berisi fakta-fakta serta gambaran suatu fenomena hasil pengukuran atau observasi yang dikumpulkan, dirangkum, dianalisis, dan selanjutnya diinterprestasikan. selengkapnya…RINGKASAN MODUL_5_Klasifikasi Data

Rancangan penelitian digunakan sebagai dasar atau patokan dalam melakukan kegiatan penelitian agar pelaksanaan penelitian dapat berjalan dengan baik, benar, dan lancar. Adapun manfaat rancangan penelitian,  antara lain: memberi pegangan dan arah yang jelas bagi peneliti dalam melakukan penelitian, menentukan batas-batas penelitian yang berhubungan dengan tujuan penilitian yang akan dilaksanakan. selengkapnya…RINGKASAN MODUL_4_Ruang Lingkup Ilmu Perpustakaan dan Informasi

Pencarian bahan pustaka atau lebih dikenal sebagai information retrieval merupakan  kegiatan memperoleh sumberdaya informasi yang relevan dengan kebutuhan informasi dari sumber informasi. selengkapnya…RINGKASAN MODUL_3_Cara Pencarian Bahan Kepustakaan